Entri yang Diunggulkan

POLA BILANGAN MATEMATIKA 8

Pola bilangan merupakan sub bab dari materi barisan bilangan atau bab yang perlu di fahami terlebih dahulu sebelum melanjut pada materi ba...

Selasa, 20 November 2018

Belajar Matematika Yang Menyenangkan


Matematika adalah salah satu ilmu yang sangat penting dalam kehidupan. Kegunaan matematika memang sangat penting dan dekat dalam aspek kehidupan. Tanpa disadari matematika digunakan dalam aktivitas sehari-hari mereka, meskipun dalam bilangan dan operasi yang sangat sederhana. Misalnya untuk menghitung uang saku, menghitung uang untuk membeli sesuatu, menghitung simpan-pinjam, dan sebagainya. Sehingga jika ada siswa ingin menghindari matematika, sebenarnya tidak dapat dilakukan. Matematika sangat berguna bagi semua orang dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pedagang, tukang kas, teknisi, maupun pengemis sekalipun menggunakan matematika untuk menghitung penghasilan dari profesi mereka. Masih banyak kalangan menganggap matematika sebagai ilmu yang sulit dikarenakan siswa belum menerima matematika secara sukarela atau senang hati. Disinilah menjadi tantangan seorang guru untuk menjadikan pembelajaran matematika tersebut dapat diterima dan disenangi para siswanya.
Pelajaran matematika merupakan salah satu cabang dari displin ilmu pengetahuan, penggunaan ilmu matematika sangat banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut lantas membuat matematika menjadi hal yang perlu untuk dipelajari/diajarkan, termasuk dalam lingkup pendidikan/sekolah.


Setiap mata pelajaran mempunyai kerumitan tersendiri dalam mengajarkannya, termasuk pelajaran matematika, berbeda dengan pelajaran lainnya seperti, IPA, PKN dan Olahraga yang ruang lingkup pembelajarannya yang bersifat kongkret. Namun pelajaran matematika merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak, sehingga perlu metode, teknik, pendekatan tertentu untuk mengajarkannya.
Selain itu pelajaran matematika juga memiliki mindset tersendiri bagi sebagian siswa, misalnya saja sebagian siswa berpikiran bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit untuk dipelajari, oleh karena itu untuk mengubah paradigma tersebut matematika harus diajarkan dengan cara yang menyenagkan agar siswa bisa tertarik atau bahkan menikmati belajar matematika.
 Pembelajaran matematika yang menyenangkan bisa diawali dengan menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, kondusif dan juga pembelajaran yang bermakna yaitu dengan mengkaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan lama yang dimilikinya dengan pengunaan strategi pembelajaran matematika yang sesuai dengan karakteristik siswa. Sehingga akan tercipta suasana pembelajaran matematika yang menyenangkan bagi siswanya.
 Seorang guru sudah seharusnya tidak hanya mengajari dengan cara mengumumkan (telling) atau hanya untuk pemahaman (understanding) saja, namun para guru dituntut juga untuk memfasilitasi siswanya untuk berfikir sehingga mereka dapat menjadi siswa yang mampu belajar secara mandiri (independent learners), berpikir maju, dan kreatif. Sehingga para siswa kita diharapkan akan menjadi Warga Negara Indonesia yang secara bersama-sama ikut bertanggung jawab dan peduli terhadap nasib bangsa, negara , dan warganya. Sejalan dengan itu, pada rasionalitas penambahan jam pelajaran (Kemdiknbud, 2012:11 ) dinyatakan perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu). Secara umum dapat disampaikan bahwa perubahan pembelajaran yang diinginkan adalah perubahan pembelajaran dari: (1) mengingat (memorizing) atau menghafal (rote learning) kearah berfikir (thingking) dan pemahaman (understanding) dan (2) model ceramah ke pendekatan: discovery learning, problem based approach, inductive learning, atau inquiry learning.


Pembelajaran matematika yang diharapkan diantaranya:
a.       Harus bermakna dimana pengetahuan baru yang akan dipelajari siswa barus berkait dengan pengetahuan lama yang sudah dimiliki dan dipelajari siswa
b.      Pembelajaran matematika harus menyenangkan bagi siswa dimana guru harus menghindari pembelajaran yang monoton dan rutin dan dalam suasana pembelajaran yangtidak mencemaskan siswa
c.       Pembelajaran matematika harus membantu siswa belajar berpikir dimana guru harus memfasilitasi siswa agar pembelajarannya focus pada proses pemecahan masalah
d.      Pembelajaran siswa harus membantu siswa untuk menjadi peserta didik yang mandiri di mana guru memfasilitasi siswa agar memulai pembelajaran dengan masalah dan membantu siswa untuk bereksplorasi atau melakukan penyelidikan sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar